Senin, 02 Februari 2015

Jadilah Mahasiswa yang Talk Less Do More

Hanya sedikit ingin memberi pengalaman. Belum lama ini, sekitar satu bulan yang lalu saya seorang mahasiswi mengikuti Latihan Kepemimpinan Tingkat Dasar selama tiga di Bogor. Langsung ke point yang saya ingin ceritakan saja yah. Saya sebagai mahasiswi sangat miris melihat keadaan negara kita yang sekarang ini. Rasanya saya ingin berkomentar a b c d sampai z, tapiiiiiiii untuk apa? Berkomentar tanpa bertindak sama saja tidak akan mengubahan keadaan negara ini. Nonton berita, membuat saya makin muak. Semua kalangan dari masyarakat demo, dan tersorot pula kelompok mahasiswa yang ikut demo.
Jadi ingat waktu LKTD hari kedua tepatnya pada acara malam di pos terakhir. Dipos terakhir ini saya berhadapan dengan kakak tingkat semester 3, pertanyaan dari a b c d sampai z dilontarkan untuk saya. Kemudia saya harus berhadapan dengan salah satu asisten dosen, sebut saja dia Kak Felic. Ini sedikit percakapan kami :
Kak Felic : Reka, untuk apa ikut acara LKTD ini? Kan capek, mending dirumah.
Saya : Untuk kadarisasi HIMAFI Kak.
Kak Felic : Kalau sudah aktif diorganisasi, mana yang kamu dahulukan  kuliah atau organisasi?
Saya : Kuliah, lalu organisasi.
Kak Felic : Udah siap membagi waktu untuk organisai?
Saya : Siap Kak.
Kak Felic : Kalau suatu saat di negara ini terjadi perubahan, contohnya belum lama ini terjadi kenaikan bbm. Lalu HIMAFI diminta untuk turun ke lapangan untuk demo dan itu pada saat UAS. Bagaimana?
Saya : Saya ikut demo kak.
Kak Felic : Lohh katanya kuliah dulu baru organisasi.
Saya : Berarti saya UAS dulu kak, selesai UAS saya langsung ikut formasi demo.
Kak Felic : Mana bisa? Kalau kamu salah masuk formasi, bagaimana? Lagian UAS kan bisa minta susulan.
Saya : (dalam hati : “asdfghjkl-___-“) Berarti saya minta susulan UAS kak, jadi saya bisa ikut demo berangkat bareng-bareng.
Kak Felic : Kalau dosen matkul tersebut tidak mengizinkan gimana?
Saya : (dalam hati :”okeh sip, dibuat makin bingung”) Rayu dosennya  Kak-_- Lagian dosen juga bakal ngertiin kok Kak.
Kak Felic : Okeh, anggap kamu dapat izin dan kamu bisa ikut demo. Apakah kalau kamu demo akan terjadi perubahan untuk negeri ini?
Saya : Engga kak, yang saya tau mahasiswa itu masih dianggap anak bau kencur jadi aspirasi mahasiswa jarang sekali didengar oleh pemerintah.
Kak Felic :Lalu untuk apa demo? Bukannya setiap usaha itu harus ada perubahannya? W = F. S
Saya : Saya maju ke depan kak, bertemu dengan salah satu petinggi di pemerintahan. Saya jelaskan a b c d sampai z Kak.
Kak Felic : Apa akan didengar? Apa akan ada perubahan untuk negeri ini?
Saya : Ya kembali lagi dengan yang tadi saya bilang kak, mahasiswa selalu dianggap masih bau kencur.
Kak Felic : Lalu untuk apa demo kalau tidak ada perubahan, Reka?
Saya : .........................................................*matikutu*
Kak Felic : Caranya Cuma satu Reka. KULIAH!!! Kuliah dengan benar, jadi mahasiswa yang cerdas, lulus dengan tepat waktu dan kalau bisa lulus cepat dengan prestasi gemilang. Kalau kamu udah lulus, cerdas. Kamu bisakan masuk ke dalam pemerintahan? Kalau kamu sudah didalam pemerintahan kamu bisa mengubah sisitem di pemerintahanan  bukan?
Saya : Iya Kak._.




Jadi saya mau berpesan nih sama mahasiswa-mahasiswa atau yang akan menjadi mahasiswa, yuk kita kuliah dengan benar, yuk sama-sama kita berbaiki sistem pemerintahan kita J TALK LESS DO MORE YAHH J Jangan cuma jadi mahasiswa yang berkomentar tapi ga beraksi :p malu sama kucing, meong meong :v

Tidak ada komentar :

Posting Komentar